Korban Banjir dan Longsor di Sumatra, DPR Dorong Penghapusan KUR bagi Debitur Terdampak Parah
Anggota Komisi XI DPR RI, Martin Manurung, mendorong pemerintah untuk memberikan kebijakan tambahan bagi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjadi korban bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra, khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kebijakan tambahan yang diusulkan berupa penghapusan kredit bagi debitur yang masuk kategori terdampak sangat parah, terutama mereka yang kehilangan sumber penghidupan maupun anggota keluarga akibat bencana.
Martin menilai, kebijakan relaksasi yang selama ini berlaku, seperti restrukturisasi kredit melalui perpanjangan tenor atau penjadwalan ulang pembayaran, sudah tepat.
Namun, menurutnya, dampak bencana terhadap masyarakat tidak bisa disamaratakan.
“Kita sangat mengapresiasi kebijakan yang sudah ada saat ini. Terima kasih kepada pemerintah. Namun kita juga harus melihat lebih dalam, karena ada korban yang membutuhkan kebijakan khusus,” ujar Martin dalam keterangan tertulis yang dikutip gemapos.id, Minggu (21/12/2025).
Ia menjelaskan, banyak debitur KUR kehilangan usaha yang menjadi sumber pembayaran kredit. Di sektor pertanian, misalnya, sawah dan ladang tertimbun longsor.
Sementara di sektor perdagangan dan jasa, toko serta bengkel rusak atau hanyut akibat banjir.
Bahkan, tidak sedikit korban yang kehilangan anggota keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung usaha.
Menurut Martin, kondisi tersebut membuat skema restrukturisasi biasa tidak lagi memadai bagi sebagian debitur.
“Kebijakan khusus bisa berupa pemberian waktu yang jauh lebih panjang sampai kondisi korban benar-benar stabil, atau bahkan penghapusan piutang bagi mereka yang kehilangan keluarga dan seluruh harta bendanya,” tegas politisi Fraksi Partai NasDem itu.
Ia menambahkan, perlu ada skema penyelesaian tersendiri untuk memisahkan debitur terdampak parah dari skema restrukturisasi umum agar tidak menjadi beban berkepanjangan dalam proses pemulihan.
“Kehadiran negara melalui kebijakan yang adil dan manusiawi sangat penting untuk membantu pemulihan fisik dan mental para korban bencana,” pungkas Martin.
Sumber: gemapos.id
Editor: Ricky Satriawan




